Bagaimana membedakan orgasme asli dan palsu dari wanita?

Orgasme wanita selalu jadi bahan penelitian yang tak ada habisnya. Sifat wanita yang tidak seekspresif lelaki kadang membuatnya terjebak tak bisa menikmati seks. Tapi ada beberapa wanita yang pura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangannya.

Jalan yang harus ditempuh wanita untuk mencapai puncak itu umumnya lebih lama dibanding pria, sehingga tidak jarang mereka menghentikan hasratnya di tengah jalan dan mengaku sudah orgasme demi pasangannya. Diduga hampir 2/3 wanita sering mengaku pura-pura orgasme. Padahal pura-pura orgasme memberikan efek negatif ke kesehatan psikisnya.

Begitu pula pria,  seharusnya bisa merasakan mana yang orgasme palsu dan asli. Kunci utama untuk mengetahui orgasme yang benar-benar terjadi adalah adanya kontraksi (denyutan yang mengeras) di vagina dan otot-otot ritmik.  Kontraksi ini tidak bisa dibuat-buat, geraknya spontan dan sangat bisa dirasakan pria. Bisa saja kata  si wanita melakukan gerakan-gerakan agar terlihat seperti orgasme tapi itu bukan gerakan akibat kontraksi. Berpura-pura menjerit juga bisa saja dilakukan wanita agar terlihat seperti orgasme.

Anda harus curiga jika setelah melakukan seks, ia (wanita) memiliki energi dan langsung memakai pakaiannya. Orgasme nyata sangat melelahkan seperti halnya laki-laki. Seharusnya dia berbaring, terengah-engah atau hanya lelah selama beberapa menit. Ketika seorang wanita merasakan sensasi yang sangat luar biasa pada saat orgasme, ia akan melengkungkan badannya, suaranya mengerang dan mengeluarkan desahan yang sangat menggoda.  ciri-ciri umum wanita mengalami orgasme yang nyata adalah putingnya akan mengeras (95% puting perempuan mengeras saat orgasme). Dada, wajah dan payudara akan memerah. Terasa kontraksi di vaginanya, paha akan bergetar, tubuhnya akan memanjang tak terkendali dan akan mengeras tanpa sadar selama orgasme.

Jika wanita tidak mencapai orgasme maka kesalahannya tidak hanya di pihak wanita, Bisa jadi karena suaminya sulit ereksi. Masalah orgasme wanita  sangat mudah diselesaikan dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. Wanita yang tidak mencapai orgasme  ada yang berpengaruh negatif ke psikisnya seperti menjadi sering marah, pemurung atau susah tidur.

Posted on Januari 26, 2010, in news and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: