PERAN LINGKUNGAN EKSTERNAL DALAM KOPERASI

A. PEMERINTAH

konsep koperasi diletakkan sebagai gerakan ekonomi yang benar-benar dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, dapat berdikari dan berswadaya serta mampu mengurusi dan mengawasi dirinya sendiri, peran pemerintah dalam pengembangan koperasi tetap diperlukan.  Pemerintah masih perlu mengatur, memimpin dan memulihkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.  Pemerintah mesti melindungi koperasi dari dominasi pelaku ekonomi lain, asal saja jangan sampai koperasi itu dijadikan alat pemerintah.

Peran pemerintah dalam pengembangan koperasi tetap penting dan tidak boleh berhenti, baik buruknya hari depan koperasi sangat ditentukan oleh adanya bantuan dan dukungan dari pemerintah untuk konsolidasi dan pengembangan sektor koperasi yang bersumber dari kemauan politik pemerintah dalam rangka menyusun struktur ekonomi kerakyatan berdasarkan keadilan sosial.

Peranan pemerintah dalam gerakan koperasi antara lain dengan:

a)       memberi bimbingan berupa penyuluhan, pendidikan ataupun melakukan penelitian bagi perkembangan koperasi serta bantuan konsultasi terhadap permasalahan koperasi;

b)      melakukan pengawasan termasuk memberi perlindungan terhadap koperasi berupa penetapan bidang kegiatan ekonomi yang telah berhasil diusahakan oleh koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya;

c) memberikan fasilitas berupa kemudahan permodalan, serta pengembangan jaringan usaha dan kerja sama.

Peran pemerintah ini penting agar keberadaan koperasi terus berkembang maju. Apalagi isu keberadaan koperasi saat ini berdasarkan tujuan jangka pendek adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kebodohan, dalam arti bahwa keberadaan koperasi dapat dimanfaatkan oleh para anggota hingga mereka dan masyarakat tidak kekurangan sandang, pangan maupun papan

B. PESAING

Kita ketahui bersama salah satu unit usaha koperasi yang paling mempunyai pengaruh penting adalah usaha dalam menyediakan kebutuhan sehari-hari yang langsung terjadi transaksi dengan anggota (konsumen) dalam kata lain disebut sebagai usaha ritel. Usaha ritel di indonesia berkembang dengan sangat cepat sekali, sehingga persaingan antar pengusaha ritel sangat tajam. Sebagai seorang pengusaha kita harus mampu untuk mengikuti perkembangan tersebut dengan sumber daya yang kita miliki.

Persaingan yang muncul salah satunya adalah persaingan dalam harga barang. Secara umum ada tiga faktor yang mempengaruhi harga barang tersebut, yaitu jalur distribusi, proses distribusi, serta permodalan. Jalur distibusi yang saat ini terlalu panjang kita lalui membuat harga dasar sampai ditangan kita menjadi cukup mahal. Dalam proses distribusi juga akan terasa sangat mahal ketika jalur distribusi juga panjang. Kelemahan kita sementara ini adalah melakukan belanja barang secara sendiri-sendiri sehingga kuantitasnya pun menjadi kecil dan tidak pernah mendapat rabat distribusi.

Industri ritel modern yang akhir-akhir ini sangat meresahkan kita adalah industri ritel minimarket dengan pola waralaba (seperti: AlfaMart, IndoMart, YoMart, dll). Mereka mampu untuk melakukan penetrasi pasar dengan sangat mudah, perebutan pasar yang dilakukan dengan mudah oleh industri ritel ini disebabkan oleh layanan yang baik, harga murah, serta tempat yang nyaman. Tiga hal tersebut yang mampu membuat para konsumen lebih memilih untuk masuk ke industri ritel ini, dan  dari dalam mereka sendiri telah didukung manajemen yang cukup baik, antara lain sudah tersedianya distribution center (DC), pembelian barang dari produsen dengan partai besar, komunikasi gerai dengan DC sudah langsung online, serta pola manajemen toko yang sudah terstandar.

Namun demikian, Masih banyak peluang bagi Koperasi untuk mampu bersaing dengan Industri Ritel di Indonesia, pertama mereka tercetak seperti industri sehingga tidak flexible dalam menentukan harga, jumlah barang, jenis barang, serta kualitas barang. Gerai hanya tahu bagaimana menjual barang yang ada, bukan berdasarkan atas permintaan dan kebutuhan konsumen. Kedua Segmentasi Pasar yang sudah ditentukan, peluang segmentasi pasar eceran lain masih belum terjangkau (seperti pasar konsumen untuk barang-barang UKM). Ketiga Kebijakan tergantung dari pusat sehingga tidak flexible dalam manajemen toko.

  1. C. PENYEDIA INFORMASI DAN TEKNOLOGI

Seperti kita tahu untuk menggerakan industrialasisasi sekaligus meningkatkan daya saing agar koperasi dapat melakukan lompatan-lompatan masuk dalam era globalisasi maka kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan penguasaan informasi dan teknologi sekaligus untuk mengangkat koperasi dari usaha yang bersifat tradisional menjadi usaha yang modern. Dengan perkataan lain bahwa mutlak diperlukan SDM yang memiliki kemampuan dibidang informasi dan teknologi.

informasi dan komunikasi telah menjadi faktor atau sumber daya penting harus dimiliki disamping sumber daya lain. Namun tidak semua sepakat atau memahami bahwa TI merupakan kunci penting dalam terciptanya sebuah managemen informasi dan komunikasi yang efisien dan efektif. Hal ini menyebabkan masih rendahnya tingkat pemanfaatan TI di perusahaan Indonesia , terutama yang berskala koperasi, usaha kecil dan menengah (KUKM)

Fungsi penyedia informasi dan teknologi bagi koperasi adalah sebagai sarana untuk mengetahui keadaan yang sedang berkembang pada kondisi tersebut. Miaslnya permasalahan tentang harga pasar, keadaan pasar. Untuk penyedia teknologi bagi koperasi adalah sebagai sarana untuk memberikan informasi terkait dengan teknologi yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dalam hal produksi., dimana koperasi tersebut bergerak dibidang produksi suatu barang. Penyedia informasi dapat saling bekerja sama, misalnya dalam pemasaran produk dari hasil produksi dari koperasi.

D. BUMN / SWASTA

Badan usaha swasta dan badan usaha milik negara merupakan salah satu pelaku ekonomi di Indonesia yang menyelenggarakan aktivitas produksi dan distribusi. Peranan badan usaha dalam perekonomian Indonesia dituntut semakin besar untuk mengimbangi kebutuhan laju pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi pada tahapan pembangunan. Untuk peran BUMN dan swasta sangat dibutuhkan oleh koperasi, misalnya dalam hal modal dan pelatihan pengelolaan manajemen

Untuk dapat berdiri dengan baik koperasi sangat membutuhkan modal dalam pengelolaan koperasi. Untuk itu BUMN dan swasta saling bekerjasama dan saling menguntungkan satu sama lain. Dari pemberian modal kepada koperasi BUMN dan swasta mendapatkan kembaian modan dan bunga yang diberikan kepada koperasi. Selain modal koperasi mendapatkan pelatihan dalam pengelolaan manajeman. Untuk dapat memajukan suatu koperasi maka diperlukan manajemen yang baik dan kuat. Untuk itu BUMN dan swasta memberikan suatu kegiatan berupa pelatihan dalam hal pengelolaan manajemen.

E. PENYEDIA BAHAN BABAKAU

Dalam koperasi yang bergerak dalam produksi barang maka dibutuhkan suatu bahan baku untuk dapat memproduksi barang tersebut. Biasanya koperasi dan penyedia bahan baku saling berkerja sama. Misalnya dalam koperasi pembuatan batik, mereka bekerjas sama dengan perusahaan yang bergerak dibidang tekstil yang menjadi bahan baku kain batik. Dari kerjasama tersebut sangat menguntungkan keduabelah pihak karena preusahaan dapat menjual hasil tekstilnya dan koperasi batik juga dapat bahan baku untuk pembuatan batik.

F. LEMBAGA KEUANGAN

Menurut pasal 21 Undang-undang No 7/1992 Koperasi digolongkan pada golongan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat, selanjutnya dalam penggolongan lain koperasi dapat dikategorikan pada lembaga perkreditan formal. Untuk itu dibutuhkan modal untuk dapat mengelola suatu koperasi, peran lembaga keuangan adalah sebagai lembaga penyedia modal bagi perkembangan koperasi. Modal yang diberikan oleh lembaga keuangan tersebut dapat digunakan sebagai usaha perkreditan bagi anggota koperasi untuk dapat . Modal yang diberikan oleh lembaga keunangan didapat dengan bunga yang sangat rendah sehingga dapat terjangkau oleh anggota koperasi. Keuntungan dari lembaga kuangan adalah mendapatkan kembali modal yang dipinjan oleh keoperasi dan mendapatkan bunga dari peminjaman tersebut

G. PASAR (KONSUMSI)

koperasi yang bergerak di dalam produksi suatu barang membutuhkan pemasaran untuk porduk yang dihasilkan. Pasar merupakan sarana yang tepat bagi koperasi untuk dapat memasarkan porduknya. Produk yang dihasilkan oleh koperasi harus dapat bersaing dengan pasar dan dapat terjangkau oleh masyarakat. Untuk itu koperasi harus dapat mengetahui kondisi/situasi pasar. Dengan mengetahui kondisi pasar maka koperasi akan mengetahui keinginan dari konsumen, apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sebagai contoh koperasi susu, dengan adanya koperasi maka anggota koperasi dapat menjual susu ke koperasi dan kemudian koperasi dapat menjual dudu anggota ke pasar. Pasar disini dapat berupa perusahaan yang bergerak dalam bidang susu misalnya pablik susu.

H. KULTUR (MASYARAKAT)

lembaga koperasi sangat sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur dalam bentuk gotong royong, solidaritas, kejujuran, keterbukaan, kebersamaan dan esensi moral religius lainnya. Koperasi sudah ditakdirkan tumbuh dan berkembang di Indonesia serta telah menjadi fenomena tersendiri, dan karena dipercaya masih memiliki peluang membangun ekonomi masyarakat, maka koperasi tetap perlu diberi ruang keberpihakan. Hampir di seluruh pelosok nusantara mengenal kata koperasi meski mungkin tidak semuanya memahami bagaimana membesarkannya sehingga dapat mempunyai manfaat yang nyata. Dengan adanya kultur tersebut maka pendirian koperasi sangat baik karena dengan azas kekeluargaan, koperasi sangat membantu masyarakat mnngah kebawah untuk dapat mengembangkan usahanya dan memajukan perekonomian.

I. STABILITAS POLITIK

Stabilitas politik memang diperlukan untuk menjaga kelangsungan pembangunan itu sendiri. Strategi itu sudah tentu tidak terlepas dari latar belakang sejarah bangsa ini. Perlunya stabilitas politik yang mantap, beranjak dari kenyataan, dimana instabilitas politik di masa lalu dianggap mengganggu jalannya pembangunan. Semakin baik stabilitas politik maka pembanguna akan semakin baik, hai ini terkait dalam kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam pembangunan. Kebijakan yang siambil oleh pemerintah sangat mempengaruhi kodisi koperasi yang ada. Terkai dengan kebijakan tersebut pemerintah harus dapat memberikan suatu kebijakan yang baik yag tidak merugikan semua pihak ternasuk koperasi. Tanpa adanya dukungan dari pemerintah koperasi tidak dapat tumbuh dengan baik. Dan dengan keadaan stabilitas politik yang tidak menentu akan memperburuk berkembangnya suatu koperasi.

Iklan

Posted on Januari 24, 2010, in ARTIKEL and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: