Keanggotaan koperasi

Berjuta cobaan sedang dihadapi negara Indonesia, mulai dari krisis kepercayaan sampai krisis ekonomi. Semuanya itu berakumulasi sehingga membuat rakyat menjadi menderita. Yang paling banyak terkena dampak adalah masyarakat kecil. Masyarakat atau rakyat Indonesia tanpa terkecuali merasakan penderitaan yang disebabkannya, terutama rakyat kecil yang berpenghasilan rendah. Meskipun tidak bisa dipungkiri ada sebagian kecil masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Salah satu sektor yang amat berhubungan dengan terjadinya krisis ini adalah sektor swasta yang biasanya lekat dengan bahwa kebangkrutannya adalah sumber krisis ini, meskipun ada yang menyangkal sebaliknya bahwa krisis ini adalah membangkrutkan sektor swasta khususnya yang bergerak di bidang industri. Terlepas dari itu semua selama ini memang ada kesalahan mendasar yang dibuat oleh pemerintah (Orde baru) dalam kebijakan-kebijakan ditempuh di bidang ekonomi. Pemerintah lebih mengutamakan pertumbuhan/perkembangan ekonomi tanpa memperhatikan pembangunan ekonomi. Pemberian fasilitas dan kemudahan bagi pihak swasta secara berlebihan tanpa menggarap ekonomi kelas bawah secara serius telah memperlebar kesenjangan di antara mereka. Sementara kekuatan atau daya tahan yang dimiliki sektor swasta khususnya industri tidak mendasar dan masih amat tergantung terhadap luar negeri.

Setelah krisis ini terjadi  dan makin berlarut-larut semua pihak kembali mempertanyakan kemampuan dan kehandalan swasta yang biasanya digembar-gemborkan sebagai ujung tombak perekonomian. Mereka mulai melirik kembali pada ekonomi kerakyatan yang lebih mendasar dan lebih berorientasi pemerataan. Termasuk di dalam sistem ekonomi kerakyatan ini adalah koperasi. Meskipun lebih berorientasi pemerataan bukan berarti koperasi tidak memperhatikan dan menjalankan fungsi lain seperti pertumbuhan/pembangunan ekonomi dan stabilitas ekonomi. Hal ini seperti yang dimaksudkan dalam trilogi pembangunan yaitu bahwa tanggung jawab perekonomian Indonesia ada pada ketiga pelaku ekonomi di Indonesia yaitu BUMN, swasta dan koperasi tanpa ada pemisahan ataupun pembagian tertentu.

Koperasi berasal dari bahasa Inggris “cooperation” yang berarti kerjasama. Sedang kata cooperasi berasa dari kata co yang berarti bersama-sama dan operation yang berarti bekerja. Sedang yang dimaksudkan dengan arti koperasi Indonesia sendiri, menurut UU No. 12 tahun 1957 tentang pokok-pokok perkoperasian, adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Berdasarkan definisinya dapat dibuat kesimpulan bahwa koperasi bukan organisasi ekonomi yang bertujuan meraup keuntungan semata dari anggota, justru berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya.

download laporan FULL  KLIK DISINI

Iklan

Posted on Januari 5, 2010, in ARTIKEL and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: